Jumat, 05 Agustus 2016

Sistem Ekonomi Indonesia

PEREKONOMIAN INDONESIA
“Sistem Ekonomi Indonesia”


Oleh :
Tegar Bagus Al Kahfi
10090312247
  



A.     Latar Belakang Masalah
Tanggal 14 Agustus 1950 adalah tanggal kembalinya Republik Indonesia sebagai Negara Kesatuan setelah Republik Indonesia mendapat pengakuan kemerdekaanya (pengakuan kedaulatan), pada tanggal 27 Desember 1949 dari Pemerintah Belanda sebagai hasil Konverensi Meja Bundar (KMB) yang diadakan di negeri Belanda (Den Haag) pada tanggal 23 Agustus 1949.
            Sejak Republik Indonesia kembali sebagai Negara Kesatuan untuk memperbaiki keadaan perekonomian dalam negri, berbagai sistem, cara dan kebijaksanaan telah ditempuh. Dalam mendukung lancarnya itu semua diperlukan sistem yang mengatur kegiatan ekonomi sehingga mampu menghasilkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Tentu saja setiap masyarakat, negara dan bangsa mempunyai kultur atau latar belakang yang berbeda-beda sehingga dalam mengatur kegiatan ekonominya juga memiliki sistem yang berbeda-beda meskipun ada juga yang menggunakan sistem yang sama sesuai dengan keadaan lingkungan di mana sistem ini akan digunakan. Dalam ekonomi, terdapat berbagai macam sistem yang merupakan hasil dari kemampuan untuk menginterpretasikan yang berbeda-beda sesuai dengan kultur dan lingkungan yang mempengaruhi cara berpikir untuk menemukan sebuah sistem. Kehidupan berekonomi juga tak lepas dari berbagai masalah yang terus mengahantui seperti pengentasan kemiskinan, menyediakan kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan penghasilan. Nah oleh sebab itu sangat diperlukan sebuah system ekonomi tersebut.
Di dalam makalah ini saya akan membahas tentang beberapa system ekonomi yang terjadi saat ini , terutamanya tentang system ekonomi liberalis, sosialis, dan juga system ekonomi campuran.




LANDASAN TEORI SISTEM EKONOMI
A.     Pengertian Sistem
            Istilah “system” berasal dari kata “systema” (bahasa yunani), yang diartikan sebagai keseluruhan yang terdiri dari berbagai macam bagian. System merupakan bagian yang tersusun dari seperangkat komponen yang bekerja sama untuk mencapai tujuan dari keseluruhan system tersebut. Sistem mengandung ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Setiap sistem mempunyai tujuan
2.      Setiap sistem mempunyai batas, akan tetapi sistem itu bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi dengan lingkungannya.
3.      Setiap suatu sistem terdiri dari beberapa sub sistem yang biasa pula disebut bagian, unsur atau komponen.
4.      Sistem tidak hanya sekedar sekumpulan dari bagian atau unsur melainkan juga merupakan suatu kebulatan yang utuh dan padu atau mempunyai“wholisme” (keterpaduan).
5.      Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan baik dalam sistem (internal) maupun antara sistem dengan lingkungannya (eksternal).
Pada dasarnya sistem ekonomi dibagi menjadi dua yaitu sistem ekonomi islam dan sistem ekonomi konvensional. Dan banyak negara yang telah menggunakan sistem ekonomi islam untuk mengatur kehidupan manusia baik kehidupan didunia dan di akhirat karena perekonomian adalah bagian dari kehidupan manusia maka harus ada sumber mutlak yaitu Al Quran dan Sunah. Seperti yang telah kita ketahui tentang definisi sistem ekonomi islam yaitu sebuah sistem yang dibangun di atas nilai-nilai islam dengan prinsip tauhid dan keadilan dan sistem ekonomi islam menjamin keselarasan antara pertumbuhan ekonomi.
B.      Pengertian Sistem Ekonomi
Menurut Dumairy (1966), Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, padangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak.
Berbagai permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh semua negara di dunia, hanya dapat diselesaikan berdasarkan sistem ekonomi yang dianut oleh masing–masing negara. Perbedaan penerapan sistem ekonomi dapat terjadi karena perbedaan pemilikan sumber daya maupun perbedaan sistem pemerintahan suatu negara. Sistem ekonomi merupakan perpaduan dari aturan–aturan atau cara–cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Suatu sistem dapat diibaratkan seperti lingkaran-lingkaran kecil yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Lingkaran-lingkaran kecil tersebut merupakan suatu subsistem. Subsistem tersebut saling berinteraksi dan akhirnya membentuk suatu kesatuan sistem dalam lingkaran besar yang bergerak sesuai aturan yang ada.
C.      Fungsi Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi dapat berfungsi sebagai :
1)      Sarana pendorong untuk melakukan produksi
2)      Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu
3)      Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik.

D.      Jenis-Jenis Sistem Ekonomi

1.          Sistem Ekonomi Liberal-Kapitalis
Sistem liberal kapitalis awal/klasik
Sistem ekonomi liberal kapitalis klasik berlangsung sekitar abad ke-XVII sampai menjelang abad ke-XX, dimana individu/swasta mempunyai kebebasan penguasaan sumber daya maupun pengusaan ekonomi dengan tanpa adanya campur tangan pemerintah untuk mencapai kepentingan individu tersebut, sehingga mengakibatkan munculnya berbagai ekses negatif diantaranya eksploitasi buruh dan penguasaan kekuatan ekonomi. Untuk masa sekarang, sitem liberal kapitalis awal/klasik telah ditinggalkan.
Sistem liberal kapitalis modern
Sistem ekonomi liberal kapitalis modern adalah sistem ekonomi liberal kapitalis yang telah disempurnakan. Beberapa unsur penyempurnaan yang paling mencolok adalah diterimanya peran pemerintah dalam pengelolaan perekonomian.Pentingnya peranan pemerintah dalam hal ini adalah sebagai pengawas jalannya perekonomian.
Sistem ekonomi liberal / pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ekonomi ini menghendaki adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi. Artinya, setiap individu diakui keberadaanya dan mereka bebas bersaing.
Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Liberal
a.       Menerapkan sistem persaingan bebas
b.      Adanya pengakuan terhadap hak individu
c.       Setiap individu bebas memiliki barang dan alat-alat produksi
d.      Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi
e.      Motif mencari laba terpusat pada kepentingan sendiri
f.        Peranan modal sangat penting
g.       Peranan pemerintah dibatasi.



Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal
Kelebihan :
a.       Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah.
b.      Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
c.       Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
d.      Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.
e.      Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.
Kekurangan :
a.       Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat bilamana birokratnya korup.
b.      Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
c.       Banyak terjadinya monopoli masyarakat.
d.      Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
e.      Pemerataan pendapatan sulit dilakukan karena persaingan bebas tersebut.

2.       Sistem Ekonomi Sosialis-Komunistik
Sistem Ekonomi Sosialis Sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas, dan lain sebagainya.
Sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi dengan kebijakan atau teori yang bertujuan untuk memperoleh suatu distribusi yang lebih baik dengan tindakan otoritas demokratisasi terpusat dan kepadanya perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada yang kini berlaku sebagaimana yang diharapkan.
Sistem Sosialis ( Socialist Economy) berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran bersama. Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial.
Dalam sistem ekonomi sosialis-komunistis adalah kebalikannya, dimana sumber daya ekonomi atau faktor produksi dikuasai sebagai milik negara. Suatu negara yang menganut sistem ekonomi sosialis-komunis, menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memajukan perekonomian.Dalam sistem ini yang menonjol adalah kebersamaan, dimana semua alat produksi adalah milik bersama (negara) dan didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Prinsip Dasar Ekonomi Sosialis
Dalam sistem ekonomi sosialisme mempunyai beberapa prinsip dasar sebagai berikut:
1.      Pemilikan Harta oleh Negara
Seluruh bentuk produksi dan sumber pendapatan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan. Hak individu untuk memiliki harta atau memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan.
2.      Kesamaan Ekonomi
Sistem ekonomi sosialis menyatakan, (walaupun sulit ditemui disemua Negara komunis) bahwa hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi ditentukan oelh prinsip kesamaan. Setiap individu disediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.
3.      Disiplin Politik
Untuk mencapai tujuan diatas, keseluruhan Negara diletakkan dibawah peraturan kaum buruh, yang mengambil alih semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak kepemilikan harta dihapus. Aturan yang diperlakukan sangat ketat untuk lebih menggefektifkan praktek sosialisme. Hal ini yang menunjukkan tanpa adanya upaya yang lebih ketat mengatur kehidupan rakyat, maka keberlangsungan system sosialis ini tidak akan berlaku ideal sebagaimana dicita-citakan oleh Marx, Lenin dan Stalin.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Sosisalis
1.      Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme)
Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedangkan individu-individu fiksi belaka. Dan tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
2.      Peran pemerintah sangat kuat
Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan. Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara
3.      Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis) . Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis)
Kelebihan dan Kekurangan system ekonomi sosialis:
Kelebihan :
a.       Pemerintah lebih mudah mengatasi inflasi, pengganguran dan masalah ekonomi lainnya.
b.      Pasar barang dalam negeri berjalan lancar.
c.       Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembuatan harga.
d.      Relative mudah melakukan distribusi pendapatan.
e.      Jarang terjadi krisis ekonomi.
f.        Relatif tidak ada jurang pemisah antara orang kaya dan miskin.
g.       Hasil produksi dapat dinikmati secara rata.Mudah melakukan pengendalian harga.
Kelemahan :
a.       Sistem ekonomi ini mematikan kreatifitas individu.
b.      Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat.
c.       Kurangnya inisiatif masyarakat untuk meningkatkan kualitas kerja.
d.      Kepemilikan individu atas factor-faktor produksi tidak diketahui.
e.      Sulit melaksanakan transaksi.
f.        Membatasi kebebasan
g.       Mengabaikan pendidikan moral

3.       Sistem Ekonomi Campuran
Pengertian dari sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi dimana pemerintah dan swasta (masyarakat) saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.  Sistem ekonomi campuran merupakan kombinasi atau perpaduan dari kedua sistem ekonomi di atas (liberalisme dan etatisme). Sistem ini mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.
Sistem ekonomi campuran mencoba mengkombinasikan kebaikan dari kedua sistem tersebut. Diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebasan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan ekonominya. Dengan keinginan seperti ini, banyak Negara yang memilih sistem ekonomi campuran ini.

A.      Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran
a.       Pemerintah sebagai pengendali dalam persaingan kegiatan ekonomi.
b.      Kegiatan ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
c.       Pemerintah menentukan berbagai macam kebijakan yang dianggap penting.
d.      Pemerintah memotivasi serta membimbing kepada sektor usaha dalam kegiatan ekonomi.
e.      Hak milik perorangan dan swasta diakui oleh pemerintah tapi penggunaannya tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat.




Karakteristik Sistem Ekonomi Campuran
a.       Sumber-sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
b.      Pemerintah menyusun peraturan, perencanaan, dan menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan di bidang ekonomi.
c.       Swasta diberi kebebasan di bidang-bidang ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang ditetapkan pemerintah.
d.      Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
e.      Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
f.        Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran
Kelebihan :
a.       Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah lebih diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
b.      Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah, dengan swasta cenderung menguntungkan semua pihak.
c.       Kegiatan usaha pihak swasta terikat pada peraturan yang dibuat pemerintah.
d.      Pemakaian tenaga kerja pada umumnya disesuaikan dengan syarat-syarat perburuhan.
e.      Penetapan harga lebih terkendali.
f.        Hak perorangan secara nyata diakui.
Kekurangan :
a.       Beban pemerintah lebih berat daripada swasta dalam melakukan kegiatan ekonomi.
b.      Sektor produksi yang lebih menguntungkan dikelola oleh pemerintah sehingga swasta kurang dapat memaksimalkan keuntungan dalam kegiatan usahanya.
c.       Adanya anggapan bahwa karyawan yang bekerja pada pemerintah statusnya lebih tinggi daripada pegawai di swasta.








ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Kesimpulan
Sistem ekonomi yaitu suatu system yang menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam sustu tatanan kehidupan., tetapi berkaitan dengan falsafah, pandangan dan pola hidup masyarakat setempat. Sisitem ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsure saja dalam suatu supra system kehidupan masyarakat,. System ekonomi merupakan bagian dari kesatuan ideology kehidupan masyarakat disuatu Negara yang tidaklah harus berdiri sendiri,serta  mengunakan dalam memenuhi kehidupan ekonomi mereka. System ekonomi yang digunakan oleh masing-masing Negara menentukan tolok ukur kabarhasilan tatanan suatu perekonomian suatu Negara tersebut. Indonesia sendiri menggunakan sistem ekonomi campuran yang dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut :
·         Pemerintah sebagai pengendali dalam persaingan kegiatan ekonomi.
·         Kegiatan ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
·         Pemerintah menentukan berbagai macam kebijakan yang dianggap penting.
·         Pemerintah memotivasi serta membimbing kepada sektor usaha dalam kegiatan ekonomi.
·         Hak milik perorangan dan swasta diakui oleh pemerintah tapi penggunaannya tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
Dan juga mempunyai karakteristik seperti berikut :
·         Sumber-sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
·         Pemerintah menyusun peraturan, perencanaan, dan menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan di bidang ekonomi.
·         Swasta diberi kebebasan di bidang-bidang ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang ditetapkan pemerintah.
·         Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
·         Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
·         Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.







DAFTAR PUSTAKA
1.       Djamin, Zulkarnain. 1989. Perekonomian Indonesia. Jakarta : LP FE UI
2.       http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2172478-sistem-ekonomi-campuran/#ixzz2G2OsbLLJ
3.       http://google.com/perbedaan-sistem-ekonomi/27 Desember 2012
4.       http://winartiumsida.blogspot.com/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar