PEREKONOMIAN INDONESIA
“Sistem Ekonomi Indonesia”
Oleh :
Tegar Bagus Al Kahfi
10090312247
A.
Latar Belakang Masalah
Tanggal 14 Agustus 1950 adalah tanggal
kembalinya Republik Indonesia sebagai Negara Kesatuan setelah Republik
Indonesia mendapat pengakuan kemerdekaanya (pengakuan kedaulatan), pada tanggal
27 Desember 1949 dari Pemerintah Belanda sebagai hasil Konverensi Meja Bundar
(KMB) yang diadakan di negeri Belanda (Den Haag) pada tanggal 23 Agustus 1949.
Sejak
Republik Indonesia kembali sebagai Negara Kesatuan untuk memperbaiki keadaan
perekonomian dalam negri, berbagai sistem, cara dan kebijaksanaan telah
ditempuh. Dalam
mendukung lancarnya itu semua diperlukan sistem yang mengatur kegiatan ekonomi
sehingga mampu menghasilkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Tentu saja
setiap masyarakat, negara dan bangsa mempunyai kultur atau latar belakang yang
berbeda-beda sehingga dalam mengatur kegiatan ekonominya juga memiliki sistem
yang berbeda-beda meskipun ada juga yang menggunakan sistem yang sama sesuai
dengan keadaan lingkungan di mana sistem ini akan digunakan. Dalam ekonomi,
terdapat berbagai macam sistem yang merupakan hasil dari kemampuan untuk
menginterpretasikan yang berbeda-beda sesuai dengan kultur dan lingkungan yang
mempengaruhi cara berpikir untuk menemukan sebuah sistem. Kehidupan berekonomi
juga tak lepas dari berbagai masalah yang terus mengahantui seperti pengentasan
kemiskinan, menyediakan kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan
penghasilan. Nah oleh sebab itu sangat diperlukan sebuah system ekonomi
tersebut.
Di dalam makalah ini saya
akan membahas tentang beberapa system ekonomi yang terjadi saat ini ,
terutamanya tentang system ekonomi liberalis, sosialis, dan juga system ekonomi
campuran.
LANDASAN TEORI SISTEM EKONOMI
A.
Pengertian Sistem
Istilah “system” berasal dari kata “systema” (bahasa yunani),
yang diartikan sebagai keseluruhan yang terdiri dari berbagai macam bagian.
System merupakan bagian yang tersusun dari seperangkat komponen yang bekerja
sama untuk mencapai tujuan dari keseluruhan system tersebut. Sistem mengandung
ciri-ciri sebagai berikut:
1.
Setiap sistem mempunyai tujuan
2.
Setiap sistem mempunyai batas, akan tetapi sistem itu
bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi dengan lingkungannya.
3.
Setiap suatu sistem terdiri dari beberapa sub sistem yang
biasa pula disebut bagian, unsur atau komponen.
4.
Sistem tidak hanya sekedar sekumpulan dari bagian atau unsur
melainkan juga merupakan suatu kebulatan yang utuh dan padu atau
mempunyai“wholisme” (keterpaduan).
5.
Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan baik dalam
sistem (internal) maupun antara sistem dengan lingkungannya (eksternal).
Pada dasarnya sistem ekonomi dibagi
menjadi dua yaitu sistem ekonomi islam dan sistem ekonomi konvensional. Dan
banyak negara yang telah menggunakan sistem ekonomi islam untuk mengatur
kehidupan manusia baik kehidupan didunia dan di akhirat karena perekonomian
adalah bagian dari kehidupan manusia maka harus ada sumber mutlak yaitu Al
Quran dan Sunah. Seperti yang telah kita ketahui tentang definisi sistem
ekonomi islam yaitu sebuah sistem yang dibangun di atas nilai-nilai islam
dengan prinsip tauhid dan keadilan dan sistem ekonomi islam menjamin
keselarasan antara pertumbuhan ekonomi.
B.
Pengertian Sistem Ekonomi
Menurut
Dumairy (1966), Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin
hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu
tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi
tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, padangan dan
pola hidup masyarakat tempatnya berpijak.
Berbagai
permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh semua negara di dunia, hanya dapat
diselesaikan berdasarkan sistem ekonomi yang dianut oleh masing–masing negara.
Perbedaan penerapan sistem ekonomi dapat terjadi karena perbedaan pemilikan
sumber daya maupun perbedaan sistem pemerintahan suatu negara. Sistem ekonomi
merupakan perpaduan dari aturan–aturan atau cara–cara yang menjadi satu
kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Suatu sistem
dapat diibaratkan seperti lingkaran-lingkaran kecil yang saling berhubungan satu
dengan yang lainnya. Lingkaran-lingkaran kecil tersebut merupakan suatu
subsistem. Subsistem tersebut saling berinteraksi dan akhirnya membentuk suatu
kesatuan sistem dalam lingkaran besar yang bergerak sesuai aturan yang ada.
C.
Fungsi Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi dapat berfungsi
sebagai :
1) Sarana pendorong untuk melakukan produksi
2) Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu
3) Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa
terlaksana dengan baik.
D.
Jenis-Jenis Sistem Ekonomi
1.
Sistem Ekonomi Liberal-Kapitalis
Sistem liberal kapitalis
awal/klasik
Sistem ekonomi
liberal kapitalis klasik berlangsung sekitar abad ke-XVII sampai menjelang abad
ke-XX, dimana individu/swasta mempunyai kebebasan penguasaan sumber daya maupun
pengusaan ekonomi dengan tanpa adanya campur tangan pemerintah untuk mencapai
kepentingan individu tersebut, sehingga mengakibatkan munculnya berbagai ekses
negatif diantaranya eksploitasi buruh dan penguasaan kekuatan ekonomi. Untuk
masa sekarang, sitem liberal kapitalis awal/klasik telah ditinggalkan.
Sistem liberal kapitalis modern
Sistem ekonomi
liberal kapitalis modern adalah sistem ekonomi liberal kapitalis yang telah
disempurnakan. Beberapa unsur penyempurnaan yang paling mencolok adalah
diterimanya peran pemerintah dalam pengelolaan perekonomian.Pentingnya peranan
pemerintah dalam hal ini adalah sebagai pengawas jalannya perekonomian.
Sistem ekonomi
liberal / pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi
mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada
mekanisme pasar. Sistem ekonomi ini menghendaki adanya kebebasan individu dalam
melakukan kegiatan ekonomi. Artinya, setiap individu diakui keberadaanya dan
mereka bebas bersaing.
Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Liberal
a. Menerapkan sistem persaingan bebas
b. Adanya pengakuan terhadap hak individu
c. Setiap individu bebas memiliki barang dan alat-alat produksi
d. Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi
e. Motif mencari laba terpusat pada kepentingan sendiri
f.
Peranan modal sangat penting
g. Peranan pemerintah dibatasi.
Kelebihan dan Kekurangan Sistem
Ekonomi Liberal
Kelebihan :
a. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan
ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari
pemerintah.
b. Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi,
yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
c. Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
d. Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan
semangat antar masyarakat.
e. Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi
didasarkan motif mencari keuntungan.
Kekurangan :
a. Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat bilamana birokratnya
korup.
b. Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
c. Banyak terjadinya monopoli masyarakat.
d. Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan
alokasi sumber daya oleh individu.
e. Pemerataan pendapatan sulit dilakukan karena persaingan bebas
tersebut.
2. Sistem Ekonomi Sosialis-Komunistik
Sistem Ekonomi
Sosialis Sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan
yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi
dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk
mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang
menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik,
telekomunikasi, gas, dan lain sebagainya.
Sistem ekonomi
sosialis adalah suatu sistem ekonomi dengan kebijakan atau teori yang bertujuan
untuk memperoleh suatu distribusi yang lebih baik dengan tindakan otoritas
demokratisasi terpusat dan kepadanya perolehan produksi kekayaan yang lebih
baik daripada yang kini berlaku sebagaimana yang diharapkan.
Sistem
Sosialis ( Socialist Economy) berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya
mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran bersama. Sebagai Konsekuensinya,
penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian
besar merupakan kepemilikan sosial.
Dalam sistem
ekonomi sosialis-komunistis adalah kebalikannya, dimana sumber daya ekonomi
atau faktor produksi dikuasai sebagai milik negara. Suatu negara yang menganut
sistem ekonomi sosialis-komunis, menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam
menjalankan dan memajukan perekonomian.Dalam sistem ini yang menonjol adalah
kebersamaan, dimana semua alat produksi adalah milik bersama (negara) dan
didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Prinsip Dasar Ekonomi Sosialis
Dalam sistem ekonomi sosialisme
mempunyai beberapa prinsip dasar sebagai berikut:
1. Pemilikan Harta oleh Negara
Seluruh bentuk
produksi dan sumber pendapatan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan. Hak
individu untuk memiliki harta atau memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan.
2. Kesamaan Ekonomi
Sistem ekonomi
sosialis menyatakan, (walaupun sulit ditemui disemua Negara komunis) bahwa
hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi ditentukan oelh prinsip kesamaan.
Setiap individu disediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.
3. Disiplin Politik
Untuk mencapai
tujuan diatas, keseluruhan Negara diletakkan dibawah peraturan kaum buruh, yang
mengambil alih semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta
hak kepemilikan harta dihapus. Aturan yang diperlakukan sangat ketat untuk
lebih menggefektifkan praktek sosialisme. Hal ini yang menunjukkan tanpa adanya
upaya yang lebih ketat mengatur kehidupan rakyat, maka keberlangsungan system sosialis
ini tidak akan berlaku ideal sebagaimana dicita-citakan oleh Marx, Lenin dan
Stalin.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi
Sosisalis
1. Lebih mengutamakan kebersamaan
(kolektivisme)
Masyarakat dianggap sebagai
satu-satunya kenyataan sosial, sedangkan individu-individu fiksi belaka. Dan
tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
2. Peran pemerintah sangat kuat
Pemerintah bertindak aktif mulai
dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan. Alat-alat produksi dan kebijaksanaan
ekonomi semuanya diatur oleh negara
3. Sifat manusia ditentukan oleh pola
produksi
Pola produksi (aset dikuasai
masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis) . Pola
produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme
(masyarakat kapitalis)
Kelebihan dan Kekurangan system
ekonomi sosialis:
Kelebihan :
a. Pemerintah lebih mudah mengatasi inflasi, pengganguran dan masalah
ekonomi lainnya.
b. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar.
c. Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembuatan harga.
d. Relative mudah melakukan distribusi pendapatan.
e. Jarang terjadi krisis ekonomi.
f.
Relatif tidak ada jurang
pemisah antara orang kaya dan miskin.
g. Hasil produksi dapat dinikmati secara rata.Mudah melakukan
pengendalian harga.
Kelemahan :
a. Sistem ekonomi ini mematikan kreatifitas individu.
b. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat.
c. Kurangnya inisiatif masyarakat untuk meningkatkan kualitas kerja.
d. Kepemilikan individu atas factor-faktor produksi tidak diketahui.
e. Sulit melaksanakan transaksi.
f.
Membatasi kebebasan
g. Mengabaikan pendidikan moral
3. Sistem Ekonomi Campuran
Pengertian
dari sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi dimana pemerintah dan swasta
(masyarakat) saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. Sistem ekonomi campuran merupakan kombinasi
atau perpaduan dari kedua sistem ekonomi di atas (liberalisme dan etatisme).
Sistem ini mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang
berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran
menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan
itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada
sistem perpaduan/campuran tersebut.
Sistem ekonomi
campuran mencoba mengkombinasikan kebaikan dari kedua sistem tersebut.
Diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam
kebebasan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan ekonominya. Dengan keinginan
seperti ini, banyak Negara yang memilih sistem ekonomi campuran ini.
A. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran
a. Pemerintah sebagai pengendali dalam persaingan kegiatan ekonomi.
b. Kegiatan ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai
oleh negara.
c. Pemerintah menentukan berbagai macam kebijakan yang dianggap
penting.
d. Pemerintah memotivasi serta membimbing kepada sektor usaha dalam
kegiatan ekonomi.
e. Hak milik perorangan dan swasta diakui oleh pemerintah tapi
penggunaannya tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
Karakteristik Sistem Ekonomi
Campuran
a. Sumber-sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
b. Pemerintah menyusun peraturan, perencanaan, dan menetapkan
kebijaksanaan-kebijaksanaan di bidang ekonomi.
c. Swasta diberi kebebasan di bidang-bidang ekonomi dalam batas
kebijaksanaan ekonomi yang ditetapkan pemerintah.
d. Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya
tidak merugikan kepentingan umum.
e. Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan
pendapatan.
f.
Jenis dan jumlah barang
diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
Kelebihan dan Kekurangan Sistem
Ekonomi Campuran
Kelebihan :
a. Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah lebih diarahkan untuk
kepentingan masyarakat.
b. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah, dengan swasta
cenderung menguntungkan semua pihak.
c. Kegiatan usaha pihak swasta terikat pada peraturan yang dibuat
pemerintah.
d. Pemakaian tenaga kerja pada umumnya disesuaikan dengan syarat-syarat
perburuhan.
e. Penetapan harga lebih terkendali.
f.
Hak perorangan secara nyata
diakui.
Kekurangan :
a. Beban pemerintah lebih berat daripada swasta dalam melakukan
kegiatan ekonomi.
b. Sektor produksi yang lebih menguntungkan dikelola oleh pemerintah
sehingga swasta kurang dapat memaksimalkan keuntungan dalam kegiatan usahanya.
c. Adanya anggapan bahwa karyawan yang bekerja pada pemerintah
statusnya lebih tinggi daripada pegawai di swasta.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Kesimpulan
Sistem ekonomi
yaitu suatu system yang menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan
seperangkat kelembagaan dalam sustu tatanan kehidupan., tetapi berkaitan dengan
falsafah, pandangan dan pola hidup masyarakat setempat. Sisitem ekonomi
sesungguhnya merupakan salah satu unsure saja dalam suatu supra system
kehidupan masyarakat,. System ekonomi merupakan bagian dari kesatuan ideology
kehidupan masyarakat disuatu Negara yang tidaklah harus berdiri
sendiri,serta mengunakan dalam memenuhi
kehidupan ekonomi mereka. System ekonomi yang digunakan oleh masing-masing
Negara menentukan tolok ukur kabarhasilan tatanan suatu perekonomian suatu
Negara tersebut. Indonesia sendiri menggunakan sistem ekonomi campuran yang
dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut :
·
Pemerintah sebagai pengendali
dalam persaingan kegiatan ekonomi.
·
Kegiatan ekonomi yang menguasai
hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
·
Pemerintah menentukan berbagai
macam kebijakan yang dianggap penting.
·
Pemerintah memotivasi serta
membimbing kepada sektor usaha dalam kegiatan ekonomi.
·
Hak milik perorangan dan swasta
diakui oleh pemerintah tapi penggunaannya tidak bertentangan dengan kepentingan
masyarakat.
Dan juga
mempunyai karakteristik seperti berikut :
·
Sumber-sumber daya yang vital
dikuasai oleh pemerintah.
·
Pemerintah menyusun peraturan,
perencanaan, dan menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan di bidang ekonomi.
·
Swasta diberi kebebasan di
bidang-bidang ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang ditetapkan
pemerintah.
·
Hak milik swasta atas alat
produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
·
Pemerintah bertanggung jawab
atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
·
Jenis dan jumlah barang
diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
DAFTAR PUSTAKA
1. Djamin, Zulkarnain. 1989. Perekonomian Indonesia. Jakarta : LP FE UI
2. http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2172478-sistem-ekonomi-campuran/#ixzz2G2OsbLLJ
3. http://google.com/perbedaan-sistem-ekonomi/27 Desember 2012
4. http://winartiumsida.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar